oleh

Pemkab Luwu Timur Mulai Bahas ‘New Normal’

MALILI – Setelah berbulan-bulan berjibaku memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau Covid-19, kini Pemerintah Kabupaten Luwu Timur sedang mempersiapkan diri untuk memasuki Era New Normal.

Kesiapan ini sudah dibicarakan Bupati Luwu Timur Muh.Thoriq Husler dengan sejumlah kepala SKPD saat menggelar rapat evaluasi Covid-19 diruang Sasana praja Kantor Bupati Luwu Timur, Kamis (28/05) kemarin.

Menurut Bupati Luwu Timur, ketika new normal akan diberlakukan, dengan demikian sistem kerja ASN, Pasar, Sekolah, Rumah Ibadah akan dibuka dan berjalan normal seperti biasa.

”Diterapkannya New Normal bukan berarti penanganan Covid-19 sudah selesai. Tindakan-tindakan untuk mengamankan warga agar tetap terhindar dari Virus Corona tetap dilakukan,” jelas Thorig Husler.

Meski direncakan new normal, namun dalam penerapannya nanti untuk protokol tetap (protap) kesehatan pencegahan Covid-19 tetap dilaksanakan.

“Tentunya keputusan ini akan di umumkan menunggu kebijakan Provinsi Sulsel terkait masa tanggap darurat,” imbuh Husler.

Sementara terkait pembukaan rumah ibadah dan pasar secara normal, harus didasarkan pada kesepakatan warga di wilayah masing-masing. Sehingga kebijakan tersebut benar-benar mencerminkan kehendak warga.

Adapun untuk dimungkinkan sekolah dibuka kembali, Dinas Pendidikan diperintahkan segera memikirkan langkah-langkah pengamanan kesehatan untuk anak didik.

”Apakah sebelum masuk sekolah , seluruh ruangan harus di semprot menggunakan Desinfektan dan di pintu gerbang sekolah juga apakah harus disediakan tempat cuci tangan dan handsanitizer. Ini semua harus kita pikirkan sebelum kita melangkah pada New Normal,” urai Husler.

Terkait angka positif Corona yang terus bertambah, diakuinya hal itu banyak mendapat tanggapan beragam dari sejumlah kalangan masyarakat.Bahkan warga di luar Luwu Timur juga mempertanyakan hal itu.

Namun kata Husler, itulah hasil kerja nyata dalam menangani Pandemi Corona di Luwu Timur.

”Kita memang mencari warga yang terpapar Corona, kita tidak tinggal ditempat hanya menunggu warga yang terkapar. Inilah kerja nyata Pemda Luwu Timur,” jelas Husler.

Untuk diketahui, banyaknya jumlah kasus positif di Luwu Timur lantaran Pemkab mengadakan Rapid Tes dan Swab warga maupun tenaga kesehatan secara massal.

“Alhamdulillah Rapid Tes yang dilakukan Tim Gugus Tugas Luwu Timur gratis. Berbeda dengan daerah lain, sekali Rapid Tes harus bayar Rp.400 000 sampai Rp.600.000,” katanya.

Saat ini disejumlah daerah termasuk ibukota Indonesia di Jakarta sudah menerapkan setiap warga yang datang harus memiliki surat keterangan bebas Covid, baik itu hasil Rapid Test maupun hasil Swab.

Bagi yang tidak memiliki surat keterangan tersebut akan di rapid tes dan wajib membayar sendiri biaya Rapid dan Swabnya.

”Dari Rapid Tes massal yang kita lakukan saat ini, sekarang sudah ribuan warga Lutim yang sudah mengantongi Surat Bebas Corona tanpa harus membayar. Inilah kerja nyata kita, selalu berusaha selangkah lebih maju . ” ungkap Husler.

New Normal yang akan direncanakan nantinya di Luwu Timur, bukan berarti membebaskan ruang gerak dari protokol Kesehatan. Akan tetapi, setiap warga tetap mengenakan masker, mencuci tangan dan tetap menjaga Kebersihan.

“Kita masih tetap harus waspada dengan wabah Corona, tapi kita juga tidak boleh takut berlebihan dengan Corona,” tandas Husler. (NB)

Komentar

News Feed